Munculnya api di dalam tong sampah tiba-tiba membuat ketenangan warga RW 04, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, menjadi terganggu. Beruntung warga tidak panik, api yang terus membesar itu langsung dipadamkan warga setempat dengan karung basah dan alat pemadam kebakaran hingga dalam waktu singkat api dapat dipadamkan sehingga tidak sampai menjalar ke tempat lain.
Peristiwa tersebut bukanlah musibah kebakaran, melainkan hanya kegiatan simulasi pemadaman api yang diadakan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Jakarta bekerjasama dengan Djarum Foundation dengan melibatkan warga setempat.
Kepala Seksi Damkar dan PB Sektor Tambora, Kodir mengatakan, pihaknya sengaja melibatkan warga dalam simulasi tersebut agar warga bisa mengatasi musibah kebakaran, sebelum petugas datang. Karena itu, pihaknya juga merekrut 150 warga RW 04 untuk menjadi satgas pencegahan kebakaran mengingat dari 11 kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora, Kelurahan Angke jadi salah satu wilayah yang rawan terjadi kebakaran.
“Pelatihan ini sangat penting kami berikan agar para satgas yang kami bentuk nantinya tidak gugup memadamkan api bila terjadi kebakaran. Selain itu juga dapat menggunakan perlengkapan untuk memadamkan api, entah itu dengan karung yang sudah dibasahkan atau dengan tabung alat pemadam api ringan (APAR),” ujar Kodir, Minggu (3/3).
Ia menyebut, untuk wilayah Tambora, tahun 2012 sendiri terdapat sebanyak 53 musibah kebakaran. Dari jumlah tersebut sebanyak 43 kasus di antaranya dipadakam oleh Dinas Damkar dan PB. Sedangkan 10 kebakaran dipadamkan oleh warga. Sedangkan tahun 2013 saat ini sudah terjadi sebanyak 7 kebakaran. 4 kasus di antaranya dipadamkan petugas Damkar dan PB, sedangkan sisanya oleh warga.
“Dengan pembentukan satgas ini sangat efektif karena selain dapat membantu petugas yang memang minim, juga untuk meminimalisir jumlah kebakaran di wilayah Tambora yang memang padat hunian dan penduduk, serta air yang sulit didapat untuk memadamkan api,” terang Kodir.
Wakil Ketua RW 04, Narmin (45) mengatakan, RW 04 dihuni 170 kepala keluarga (KK) dengan total 3.800 jiwa. Umumnya hunian itu banyak dijadikan usaha konveksi, sablon dan kos-kosan yang menggunakan instalasi jaringan listrik tidak sesuai standar sehingga rawan terjadi kebakaran.
“Mudah-mudahan dengan dibentuknya satgas, bila terjadi kebakaran kami dapat menanggulanginya hingga api tidak sampai meluas,” harap Narmin.
Manager Program Sumbangsih Sosial Djarum Foundation, Budi Dharmawan menuturkan, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Damkar dan PB DKI tak lain demi membantu petugas dan warga untuk meminimalisir musibah kebakaran salah satunya di wilayah DKI Jakarta. “Selain, memberikan pelatihan, pihaknya juga memberikan bantuan berupa tabung pemadam kebakaran masing-masing satu unit yang diberikan pada setiap RT di wilayah RW 04, serta tabung pemadam kebakaran berukuran besar untuk ditempatkan dua kantor RW," tandasnya.
Sumber: http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?nNewsId=53554