INILAH.COM,Jakarta - Selain pohon sengon, trembesi juga diklaim beberapa penelitian dapat mencegah pemanasan globa, membuat penghijauan, dan menimbulkan rasa nyaman bagi warga sekitar.
Hal inilah yang mendorong Djarum Foundation untuk meneruskan program Djarum Trees For Live (DTFL) untuk penanaman pohon trembesi di sepanjang 478 kilometer kawasan Pantura, yang kini telah memasuki Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
"Selain dapat mencegah pemanasan lingkungan, penanaman pobon trembesi di sepanjang jalur Pantura ini nantinya akan membuat pemudik yang melintas di sepanjang jalan menjadi lebih nyaman karena penghijauan," kata Vice President Director Djarum Foundation, Agus S Wibawa beberapa waktu lalu.
Agus menjelaskan penanaman ini untuk melengkapi target penanaman kami di sepanjang 478 kilometer jalur pantura Jawa tahun ini, yaitu hingga mencapai 7.415 sepanjang Kudus -Losari dan diharapkan akan bisa membuat para pemudik yang nantinya melintas di jalur ini merasa nyaman karena trembesi.
"Dengan daya serap CO2 yang tinggi, Trembesi merupakan salah satu terobosan untuk mengatasi pemanasan global. Satu batang Trembesi dengan diameter tajuk 15 meter mampu menyerap 28,5 ton CO2 setiap tahunnya," jelas Agus.
Menurut Agus, pohon ini mampu menurunkan konsentrasi gas secara efektif dan punya kemampuan menyerap air tanah yang kuat. Di kawasan pantura tentu saja tanaman ini cocok untuk dijadikan penghijauan.
Hal tersebut diamini oleh oleh Ir Endes N Dahlan, dosen di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Endes mengungkapkan, Trembesi (Samanea saman) atau Pohon Hujan atau Ki Hujan adalah jenis pohon berkanopi berbentuk seperti payung.
"Dengan ukuran daun yang tak lebih dari koin Rp 100, namun Trembesi paling unggul dalam menyerap gas CO2," ungkap Endes.
Endes telah melakukan riset 43 pohon yang kerap dimanfaatkan sebagai tanaman penghijauan, Hasilnya, lanjut Endes, Trembesi terbukti paling tangguh di lahan dengan sedikit air sekalipun dan paling banyak menyerap CO2.
"Dengan komitmen yang tidak pernah putus inilah, maka DTFL terus berusaha melakukan penanaman pohon dan ikut berperan serta dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat," imbuh Agus.
Seperti diberitakan selama t2010 , DTFL telah berhasil menyelesaikan tahap pertama penanaman pohon trembesi di jalur Pantura Jawa Tengah, yaitu dengan menanam sebanyak 2.767 pohon di sepanjang Kudus-Semarang.
Dan, sepanjang tahun 2011 lalu, penanaman pohon trembesi ini dilanjutkan di sepanjang terus jalur Pantura hingga Pantai Losari.
"Pohon trembesi yang telah ada dan terawat si sepanjang 478 kilometer jalur Pantura Jawa Tengah ini nantinya akan mampu menyerap 685 juta kg gas C02 setiap tahunnya," urai Agus. [mor]
Sumber : http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1881725/mudik-lewat-pantura-bakal-lebih-nyaman