BLDF gelar Literasi Digital Hijau di Semarang - ANTARA Jateng (antaranews.com)


Posted : 05 Jun 2024

Semarang (ANTARA) - Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) menggelar kegiatan bertajuk Literasi Digital Hijau Menuju Masa Depan Berkelanjutan dalam rangka merayakan Hari Lingkungan Hidup, di Gedung Prof. Soedarto, Semarang. 

Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor Universitas Diponegoro Suharnomo, Director Communications BLDF Mutiara Diah Asmara, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Haryo Damardono, dan perwakilan generasi muda peduli lingkungan Jerhemy Owen dengan ratusan peserta mahasiswa Undip Semarang. 

"Melalui acara ini, BLDF ingin mengedukasi generasi muda lewat pembuatan konten digital berbasis informasi berkualitas. Di tengah padatnya arus informasi dan mudahnya distorsi pesan dalam komunikasi saat ini, perlu upaya lebih untuk meningkatkan pemahaman khalayak akan berbagai isu termasuk isu lingkungan. Salah satunya mendapatkan akses informasi dari media massa yang yang mumpuni," kata Director Communications BLDF Mutiara Diah Asmara. 

Mutiara mengatakan melalui langkah tersebut diharapkan generasi muda semakin melek terkait isu lingkungan dan tergerak berpartisipasi serta melakukan kolaborasi digital untuk menginisiasi perubahan positif ke alam. Upaya tersebut telah diinisiasi BLDF sejak 2018 melalui gerakan berbasis media sosial Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling). Bersinergi dengan perwakilan generasi muda peduli lingkungan, Siap Darling menginisiasi konten-konten positif terkait lingkungan dan aksi nyata pelestarian. 

Rektor Universitas Diponegoro Suharnomo dalam sambutannya mengapresiasi dukungan BLDF tersebut. Selama tiga tahun terakhir (2020–2022), indeks literasi digital Indonesia terus meningkat hingga 3,54, sehingga tergolong tinggi. 

"Capaian ini tidak lepas dari beragam tantangan seperti maraknya misinformasi dan disinformasi di platform digital, termasuk yang berkaitan dengan isu lingkungan maka itu, ketersediaan akses bagi informasi yang akurat dan terverifikasi menjadi salah satu upaya untuk membentengi mahasiswa di tengah banjir informasi," katanya.

Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Haryo Damardono menjelaskan pergeseran cara konsumsi informasi saat ini turut mendorong transformasi media untuk mengakomodasi kebutuhan literasi pembaca dengan rentang usia yang semakin muda. 

"Bagi generasi muda, portal media daring dan buku elektronik (e-book) masih masih menjadi salah dua sumber informasi utama. Menghadirkan bacaan yang informatif, relevan, menarik secara visual, dan mudah diakses dari berbagai perangkat digital menjadi keharusan untuk membumikan isu keberlanjutan, sehingga mudah dicerna oleh pembaca muda," kata Haryo.  

Jerhemy Owen, kreator konten dan perwakilan anak muda juga mengakui bahwa ketersediaan informasi digital menjadi salah satu faktor penarik kepedulian pada isu lingkungan.  

"Saat ini rata-rata teman sesama gen Z menghabiskan 1–6 jam untuk beraktivitas di media sosial. Platform ini akhirnya jadi medium utama kami untuk menyampaikan informasi dan menginspirasi. Hal ini yang saya optimalkan dalam meningkatkan kesadaran tentang lingkungan, menarik perhatian media agar pesan teramplifikasi lebih luas, dan  dapat membuka ruang partisipasi serta kolaborasi digital bersama para pemangku kepentingan,” kata Jerhemy. 

Jerhemy menambahkan penyampaian pesan di media sosial ini perlu dilakukan secara bertanggung jawab, dengan informasi yang teruji validitasnya. Ia berharap, melalui acara bincang-bincang ini, pesan tersebut dapat lebih dipahami oleh generasi muda lainnya.   

Generasi muda khususnya gen Z (kelahiran 1996–2010) saat ini mendominasi jumlah pengguna internet di Indonesia. Sebagai digital native, gen Z memiliki modal literasi digital yang dapat dimanfaatkan untuk membuat perubahan pada isu-isu fundamental. 

source: https://jateng.antaranews.com/berita/535488/bldf-gelar-literasi-digital-hijau-di-semarang

Share to Facebook Share to Twitter Share to Google

Artikel Lainnya